NEWS & EVENTS
.

LATAR BELAKANG PERISTIWA KELUARNYA ALIM SATRIA DARI MASPION GROUP DAN TONGGAK SEJARAH BERDIRINYA SATORIA GROUP

23 OCTOBER 2017

Pertama-tama perkenankan saya Alim Satria ditulis Juga Satria Alim untuk menyampaikan  sejarah mengenai latar belakang peristiwa keluarnya saya dari Maspion Grup dan tonggak  berdirinya Satoria Group di Surabaya adalah sebagai berikut :


1. Sejarah berdirinya Maspion Grup berawal dari usaha dan kerja keras mendiang Almarhum Alim Husin (Ayah saya) yang pada tahun 1971 mendirikan PT. Maspion Plastic & Metal Industry dan pada tahun 1972 mendirikan PT. Indal Aluminium Industry hingga dapat berkembang pesat sebagaimana dikenal saat ini dengan sebutan Maspion Unit I sampai dengan Maspion Unit V, dimana saya adalah salah satu penerus yang berperan serta secara langsung dalam mengembangkan & membesarkan  usaha  Maspion Grup.


2. “Give the best of your life, then your life will give you the best”, kata-kata bijak ini yang dirasa sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup seorang Alim Satria yang selalu bersyukur dan tidak putus harapan dalam segala keadaan atas kebaikan, kesenangan, kesuksesan, kesedihan dan kesulitan.


3. Beberapa waktu yang lalu muncul berita di media masa tentang masalah penjualan tanah kaveling industri dan pergudangan di Kawasan Industri PT. Bumi Maspion dan PT. Maspion Industrial Estate yang menggunakan broker dan ada issue bahwa saya sebagai penyandang dananya. Apa sebenarnya yang terjadi  dibalik peristiwa ini , dapat saya jelaskan  sebagai berikut


Pada saat itu saya menjadi salah satu Direksi di perusahaan PT. Bumi Maspion dan Presiden Direktur di PT. Maspion Industrial Estate yang salah satu kegiatan usahanya adalah bergerak dalam bidang pembangunan sarana dan prasarana kawasan industri serta memasarkan kegiatan pembangunan tersebut, termasuk untuk menjual dan membeli tanah-tanah dan bangunan serta barang-barang bergerak pada umumnya,maka pada saat itu saya melakukan perbuatan hukum sesuai tugas dan kewenangan saya yaitu menjual tanah kaveling industri PT. Bumi Maspion yang terletak di Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya atau setempat yang dikenal sebagai Kompleks Pergudangan Bumi Maspion (Maspion Unit IV) dan PT. Maspion Industrial Estate yang  terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik (Jawa Timur) dengan harga Rp. 525.000,- (lima ratus dua puluh lima ribu) - Rp. 600.000,- /M2 (enam ratus ribu rupiah) per meter persegi belum termasuk PPN, harga mana merupakan harga yang relatif sangat tinggi daripada harga sebelumnya yaitu Rp. 325.000,- /M2 (tiga ratus dua puluh lima ribu) per meter persegi termasuk PPN, yang dilakukan oleh salah satu Direksi lainnya dalam jeda waktu sekitar 2 bulan saja pada tahun yang sama, sehingga harga yang saya jual tersebut mengandung prinsip kepatutan , yang mana dapat saya jelaskan lebih lanjut adalah karena :


   A. Secara hukum bahwa :


- Transaksi jual beli yang dilakukan oleh saya telah sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 ayat (3) dan (4) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan penjelasan pasal tersebut, bahwa perbuatan hukum direksi perseroan membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan Akta Jual Beli yang berkaitan dengan kegiatan usaha sehari-hari perseroan (core business), tidak memerlukan Ijin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Dewan Komisaris, sedangkan kewenangan saya pada saat itu selaku Direktur I PT. Bumi Maspion berdasarkan surat kuasa secara tertulis yang telah ditandatangani oleh satu komisaris dan satu direksi untuk menjual lahan dan  sebagai  Presiden Direktur PT. Maspion Industrial Estate juga  ada surat persetujuan tertulis melalui RUPS  dalam melaksanakan jual beli atas tanah-tanah tersebut ,dengan demikian hal ini telah lebih dari cukup dalam memenuhi  ketentuan hukum yang berlaku..


- Dengan demikian Legal Standing  atau Persona Standi in Judicio  saya selaku salah satu Direksi PT. Bumi Maspion dan PT. Maspion Industrial Estate dalam melakukan transaksi jual beli atas barang-barang tidak bergerak berupa lahan tanah yang dikenal dengan Maspion Unit IV dan V adalah sudah tepat dan benar menurut hukum.


   B. Secara moral bahwa : saya telah melaksanakan kewajiban saya selaku pengurus perseroan sebagaimana tugas dan fungsi saya sebagai Direksi, sehingga hal ini telah sesuai dengan prinsip Business Judgment Rule, terlepas dari siapa pembeli tanah-tanah tersebut diatas, yang kebetulan pembelinya adalah adik ipar saya yang memiliki modal sendiri untuk melakukan pembelian tersebut, maka transaksi jual beli tanah dilandasi oleh prinsip ITIKAD BAIK (good faith). Dimana saya sama sekali tidak pernah mengeruk keuntungan pribadi atas transaksi tersebut dan hal ini murni bisnis semata.


Dan juga perlu diketahui atas lahan tanah PT Bumi Maspion  seluas 35,8 Ha yang sebelumnya di beli oleh adik ipar saya dari Teddy Gunawan seluas 33 Ha seharga Rp. 300.000,-/M2 dan dijual ke PT Bumi Maspion dengan harga yang sama  namun  karena tanah tersebut harus diurug maka dijual kembali oleh PT Bumi Maspion kepada adik ipar saya dengan kisaran harga Rp. 525.000,-/M2  s/d Rp. 600.000,- /M2 . sehingga dalam hal ini PT Bumi Maspion telah memperoleh keuntungan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.


   C. Dalam hal ini dewan komisaris dan direksi juga telah menerima deviden dari penjualan lahan di kedua perusahaan tersebut selama dua tahun berturut-turut.


4. Setelah permasalahan tersebut berlalu, maka saya dan keluarga saya memutuskan mengakhiri karir saya di Maspion Grup dan menjual seluruh saham saya yang ada pada Maspion Grup, dan mulai merintis bisnis saya sendiri bersama Istri dan anak-anak saya tercinta dengan mendirikan “SATORIA GROUP”, perusahaan yang bergerak dalam bidang sektor Properti, Industri, Perhotelan, Trading dan Jasa .



5.
“SATORIA GROUP” mengusung motto “Building A Better Future, Today” yang artinya Membangun Masa DepanYang Lebih Baik, Hari Ini”, dimana kita harus setiap hari bekerja keras, menuangkan semua inspirasi dan target perusahaan dengan segenap kemampuan yang terbaik secara nyata setiap hari, setiap hari adalah hari ini bukan esok atau nanti untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita SATORIA GROUP.



6.
Meskipun saya telah meninggalkan Maspion Grup, namun “Family is Family”, keluarga tetaplah keluarga, saya dan keluarga tetap menjalin hubungan baik dengan dengan Maspion Grup, karena dari sanalah saya ditempa belajar kehidupan dan berusaha keras menjadi pelaku usaha yang sukses hingga saat ini.



Demikian latar belakang peristiwa keluarnya saya (Alim Satria ditulis juga Satria Alim) dari Maspion Grup dan tonggak sejarah berdirinya SATORIA GROUP di Surabaya yang bisa saya ceritakan untuk diluruskan.

 

 

 

 

back
CONTACT US
Property Marketing Gallery :
Jl. Raya Darmo 1-3
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia

Telp : 031 - 5681988
Fax  : 031 - 5679905
Email : info@satoriagroup.co.id
INQUIRY FORM